
Lembaga ini menilai tindakan polisi penjajah merobohkan pohon-pohon di halaman masjid Al-Aqsha pada Kamis lalu sebagai tindakan permusuhan terhadap masjid suci Al-Aqsha.
Dalam keterangannya kemarin Sabtu (23/03/2013) lembaga ini menegaskan, halaman Masjid Al-Aqsha adalah bagian tak terpisahkan dari Masjid dan tindakan polisi penjajah merobohkan pohon-pohon itu tidak bisa diterima karena merupakan tindakan permusuhan.
Lembaga Al-Aqsha menegaskan, Lajnah Pemakmuran Masjid Al-Aqsha dan Wakaf Islam adalah pihak yang memiliki wewenang dalam merenovasi masjid, menanam pohon dan seterusnya.
Lembaga ini tidak membutuhkan izin dari polisi Zionis-Israel karena penjajah tidak memiliki wewenang dalam mengatur Al-Aqsha.
Badan Eksekutif Islam ini meminta kepada pemerintah Jordania sebagai pihak yang diserahi secara hukum terhadap Al-Aqsha untuk segera intervensi menghalangi penjajah Zionis melakukan tindakan permusuhan terhadap masjid suci itu. Mereka juga meminta kepada bangsa Arab dan umat Islam juga bertanggungjawab terhadap Masjid Al-Aqsha dan tidak meninggalkannya sendiri dalam menghadapi penjajah Zionis.
Yayasan Palestina di al Quds sepesialis dalam perlindungan dan pemantauan pelanggaran-pelanggaran Zionis di tempat-tempat suci, mengingatkan adanya upaya-upaya pemukim pendatang Zionis menyerbu masjid al Aqsha melalui ata-atap rumah yang berdempetan dengan masjid al Aqsha.
Yayasan al Aqsha dalam pernyataan pers hari ini, Ahad (24/3), mengatakan bahwa keberhasilan para pemukim pendatang Zionis pada hari Sabtu, kemarin, tiba di dalam kawasan pintu Muthaharah – daerah yang terletak di dalam batas area masjid al Aqsha – di saat seperti ini merupakan indikasi sangat berbahaya, di tengah-tengah meningkatnya provokasi terhadap masjid al Aqsha dan para pemakmurnya.
Yayasan al Aqsha menyatakan bahwa mereka para pemukim pendatang Zionis tersebut tinggal di sekolah agama Yahudi dekat dengan pintu Silsilah, salah satu pintu masjid al Aqsha. Sebelumnya tiga pemukim pendatang Zionis berusaya menyerbu masuk masjid al Aqsha dari kawasan pintu Muthaharah namun penjaga masjid al Aqsha berhasil menggagalkan upaya mereka.
Para saksi mata mengatakan, tiga pemukim pendatang Zionis berusaha menyerbu masuk masjid al Aqsha dan mereka tiba di pintu Muthaharah tempat wudhu para jamaah. Hal itu terjadi setelah mereka berhasil menyusup melalui atap-atap rumah di daerah pintu Silsilah di al Quds Lama.
Yayasan al Aqsha menyatakan bahwa mereka para pemukim pendatang Zionis tersebut tinggal di sekolah agama Yahudi dekat dengan pintu Silsilah, salah satu pintu masjid al Aqsha.
Sebelumnya tiga pemukim pendatang Zionis berusaya menyerbu masuk masjid al Aqsha dari kawasan pintu Muthaharah namun penjaga masjid al Aqsha berhasil menggagalkan upaya mereka.
Para saksi mata mengatakan, tiga pemukim pendatang Zionis berusaha menyerbu masuk masjid al Aqsha dan mereka tiba di pintu Muthaharah tempat wudhu para jamaah. Hal itu terjadi setelah mereka berhasil menyusup melalui atap-atap rumah di daerah pintu Silsilah di al Quds Lama. | HIDAYATULLAH
Posting Komentar